Semangat Baru di Masjid Besar Baiturrahman Tibawa : Dari Tradisi Kopi Shubuh hingga Ruang Hangat Bagi Musafir

Spread the love

Foto. Sekretaris dan Bendahara Masjid bersama Jamaah

TIBAWA — Ada suasana yang berbeda dan terasa semakin hidup di koridor Masjid Besar Baiturrahman Tibawa belakangan ini. Di bawah asuhan kepengurusan yang baru, rumah ibadah ini tidak hanya bersiap menjadi pusat spiritual, tetapi juga menjelma sebagai oase (pusat ketenangan dan kebersamaan) sosial yang hangat dan inklusif bagi jemaah maupun masyarakat luas.

Pemandangan keakraban tersebut tertangkap jelas pada suatu pagi pasca-ibadah shalat shubuh. Duduk bersila di koridor masjid yang bersih, beberapa pengurus dan jemaah tampak asyik mengobrol santai ditemani kepulan asap dari cangkir-cangkir kopi hangat yang tersaji di atas meja panjang berwarna biru.

Di sela-sela momen hangat “Kopi Shubuh” tersebut, Sekretaris Masjid Besar Baiturrahman Tibawa, Ahmad Pakaya, membagikan komitmen kepengurusan baru dalam menghidupkan kembali serta meningkatkan geliat kegiatan masjid melalui berbagai program layanan umat.

5 Program Layanan Unggulan Umat

Ahmad Pakaya memaparkan bahwa saat ini Masjid Besar Baiturrahman Tibawa telah merutinkan lima program pelayanan sosial, di antaranya:

Penyediaan Buka Puasa Sunnah: Memfasilitasi para jemaah yang menjalankan ibadah puasa sunnah setiap hari Senin dan Kamis.

Jumat Berkah Kuliner Khas: Menyediakan hidangan sarapan/makan bagi jemaah shalat Jumat dengan menu andalan dan ciri khas berupa Bubur Ayam.

Shubuh Berkah: Menyediakan layanan kopi dan teh gratis langsung setelah waktu shalat shubuh.

Layanan Hangat Magrib & Shubuh: Selain program shubuh berkah, fasilitas kopi dan teh gratis ini juga konsisten tersedia setiap hari khusus pada waktu Magrib dan Shubuh.

Fasilitas Dapur Umum: Menyediakan dapur umum masjid yang siap menopang berbagai kegiatan sosial dan pemenuhan logistik umat.

Lebih dari Sekadar Jamuan: Media Kekerabatan dan Kenyamanan Musafir

Menurut Ahmad Pakaya, deretan program yang dihadirkan ini memiliki esensi yang jauh lebih dalam dari sekadar membagikan makanan dan minuman gratis.

Maksud dan tujuan dari program-program ini adalah sebagai media untuk mempererat tali kekerabatan dan silaturahmi antar-jemaah. Kami juga ingin memberikan kenyamanan maksimal bagi para musafir yang singgah, sekaligus menjadikan ruang ini sebagai sarana santai untuk berdiskusi mengenai hal-hal Islami,” ungkapnya.

Langkah transformatif yang diambil oleh kepengurusan baru ini membuktikan bahwa masjid dapat berfungsi optimal secara sosial—menjadi tempat yang ramah, nyaman, dan menyatukan hati masyarakat melalui segelas kopi dan kebersamaan. (AE/red)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top