Melalaikan Shalat demi Piala Dunia: Urusan Akhirat Jangan Tergeser Euforia Sesaat

Spread the love

Ustadz Muhtar Gambo, Khatib Jumat di Masjid Besar Baiturrahman Tibawa

TIBAWA, BAITURRAHMAN – Euforia pesta sepak bola terbesar sejagat, Piala Dunia, sering kali menyihir jutaan pasang mata. Namun, di balik keindahan dan keseruannya, ada lampu kuning yang harus diwaspadai oleh setiap muslim: jangan sampai kecintaan pada dunia mengalahkan kewajiban kepada Sang Pencipta.

Pesan mendalam inilah yang menjadi inti sari khutbah Jumat di Masjid Besar Baiturrahman Tibawa pada Jumat (17/7/2026). Menghadirkan khatib Ustaz Muhtar Gambo, khutbah kali ini mengusung judul yang sangat kontekstual dan menampar realitas saat ini: “Melalaikan Shalat Demi Piala Dunia”.

Konsekuensi Nyata di Balik Kelalaian
Dalam uraiannya, Ustaz Muhtar Gambo secara tajam menguliti bagaimana manusia modern begitu mudahnya menggeser waktu shalat—bahkan meninggalkannya—hanya demi menyaksikan pertandingan tim kesayangan.

Beliau mengingatkan jamaah mengenai konsekuensi besar yang menanti di akhirat kelak akibat meremehkan tiang agama. Ketika peluit akhir pertandingan ditiup, kemenangan di lapangan hijau tidak akan memberi pertolongan apa pun di hadapan Allah SWT jika shalat kita terbengkalai.

Sungguh sebuah kerugian yang nyata, ketika waktu beberapa puluh menit di depan layar kaca mampu membuat kita melupakan janji setia kita kepada Allah dalam lima waktu,” tegas Ustaz Muhtar di hadapan ratusan jamaah yang memadati masjid.

Prioritas yang Terbalik: Dunia vs Akhirat
Fenomena ini, menurut khatib, menjadi cerminan nyata dari penyakit wahn (cinta dunia dan takut mati). Urusan duniawi yang sifatnya sementara kini justru mendapat tempat utama dan menjadi prioritas, sementara urusan akhirat yang kekal ditempatkan di nomor sekian.

Ketika jadwal pertandingan berbenturan dengan panggilan adzan, tidak sedikit yang memilih menuntaskan tontonan ketimbang langsung bersujud. Pola pikir seperti inilah yang dinilai keliru dan harus segera dibenahi.

Bola Itu Indah, Tapi Jangan Sampai Melalaikan
Ustaz Muhtar Gambo tidak melarang umat Islam untuk menikmati olahraga. Beliau mengakui bahwa sepak bola adalah hal yang indah, seni permainan yang menghibur, dan sarana rekreasi yang sah-sah saja dinikmati. Namun, batasan tegas harus tetap dijaga.

Menikmati dengan Bijak: Hiburan tidak boleh berubah menjadi berhala baru yang menyita fokus hidup seorang muslim.

Manajemen Waktu: Jadwal pertandingan seharusnya disesuaikan dengan waktu ibadah, bukan sebaliknya.

Kerugian Hakiki: Menang atau kalahnya tim yang didukung tidak merubah takdir keselamatan kita, namun lalai dalam shalat sudah pasti mendatangkan kerugian hakiki.

Menjadi Renungan Bersama
Menutup khutbahnya, penegasan dari sang khatib menjadi tamparan sekaligus ajakan reflektif bagi seluruh jamaah Masjid Baiturrahman Tibawa.

Mari jadikan momentum ini sebagai bahan renungan bersama. Jangan sampai kesenangan sesaat di dunia merenggut kebahagiaan abadi kita di akhirat. Piala Dunia akan usai dan melahirkan juara baru, namun konsistensi dalam menjaga shalat adalah kemenangan sejati yang sesungguhnya. (Red/AE)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top